{Read kindle} The Road to the Empire: Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol Author Sinta Yudisia – Paydayloansnsi.co.uk

The Road to the Empire: Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol Takudar, Arghun, Buzun, adalah tiga putra Tuqluq Timur Khan, penguasa kekaisaran Mongolia, keturunan Jenghiz Khan Setelah pembunuhan terhadap Kaisar dan permaisurinya, Takudar, Pangeran Kesatu yang juga pewaris sah tahta kekaisaran, menghilang Arghun Khan, Pangeran Kedua naik menjadi Kaisar dengan konspirasi dan bantuan Albuqa Khan, orang kepercayaannya Sementara Buzun, Pangeran Ketiga, tetap mengabdi di kekaisaran, tapi dengan rasa rindu dan penasaran terhadap hilangnya sang kakak, TakudarArghun Khan menjadi Kaisar dengan semangat ekspansi untuk menguasai dunia, melanjutkan kebesaran leluhurnya, Jenghiz Khan Ia bahkan berambisi menaklukkan Jerusalem Namun, dalam gerakan penaklukan dan usaha meluaskan wilayah kekuasaan dengan ambisi yang begitu besar, selalu rakyat yang menjadi korban Termasuk di dalamnya masyarakat Muslim, yang sejak Khalifah Rasyidin telah menyatu dengan bangsa Mongolia sebagai warga minoritas Bagi masyarakat Muslim Mongol, membiarkan gerakan ekspansi berarti juga menyiapkan kuburan massal Tak ada pilihan, perlawanan harus dilakukan Pada saat bersamaan, Pangeran Kesatu yang dalam pelariannya diselamatkan oleh orang orang Muslim, telah kembali Meski tersisih, menggelandang, dan tak punya kekuatan pasukan, menegakkan kembali kebenaran sejarah adalah sebuah hal yang niscaya Bersama orang orang Muslim, Baruji alias Takudar Muhammad Khan merencanakan perlawanan untuk merebut tahta Buzun, Pangeran Ketiga pun berada dalam dilema Haruskah ia memihak salah satu kakaknya Di sisi lain, perempuan perempuan yang ada di sekeliling Arghun, Takudar, maupun Buzun, memainkan peran masing masing Almamuchi alias Uchatadara, gadis dari suku Tar Muleng yang selama ini setia menjadi pelayan Takudar Urghana, putri Albuqa Khan yang mencintai Buzun, tapi harus menghadapi kekerasan hati Arghun, yang juga mencintainya Selir Albuqa Khan, Han Shiang, yang licik Juga Karadiza, gadis Muslim lugas dan pemberaniMaka, intrik dan konspirasi politik pun bertabur dalam novel ini Berbalut kisah heroisme dengan bumbu romantisme yang tak berlebihan


10 thoughts on “The Road to the Empire: Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol

  1. Sylvia Sylvia says:

    Baguusss banget Sama sekali nggak nyesel bacanya Meskipun sempet jiper liat bukunya yang tebal itu.Buku ini mengisahkan perjalanan Takudar, pangeran pertama kerajaan Mongol selama masa melarikan diri setelah terjadi pemberontakan yang membuat Kaisar dan Permaisuri tewas terbunuh Takudar, memegang janji ayahnya sang Kaisar bahwa dia akan menjadi seorang muslim, akhir


  2. Rahmadiyanti Rahmadiyanti says:

    Novel ini benar benar membetot segala rasa saya Saya tersentak, saya bergemuruh, saya menangis, menelusur epik yang begitu detail dan kuat nuansa risetnya Pemaparan tokoh tokohnya begitu manusiawi Tak ketinggalan, kisah romantika yang benar benar berbeda, tak bergenit genit dan mendayu dayu tanpa arti Bab demi bab membuat saya acap kali menarik napas Dan sampai pada titik


  3. Akhi Dirman Al-Amin Akhi Dirman Al-Amin says:

    TENTANG CINTA, PERSAUDARAAN DAN PERJUANGAN Pelajaran Berharga Dari TRTTE Judul The Road To The Empire Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol Penulis Sinta YudisiaPenyunting Ahli Maman S MahayanaGenre Novel SejarahPenerbit Lingkar Pena Publishing HouseCetakan I, Desember 2008 Sesekali, tanyakanlah pada anak anak atau remaja di sekitar kita, Siapa nama pahlawan yang m


  4. Mar Mar says:

    Judul The Road to The EmpirePenulis Sinta YudisiaPenerbit Lingkar Pena Publishing HouseCetakan I, Desember 2008Tebal 571 halamanJanji Suci Sang Pangeran MongolMelihat cover dan judulnya, yang terbayang adalah sebuah kisah tentang kaisar, pedang dan peperangan Melihat ketebalannya, yang terbayang adalah cerita yang demikian panjang dan pelik layaknya penggambaran kisah sejarah Namun,


  5. Toffan Ariefiadi Toffan Ariefiadi says:

    4,5 bintang Bagi sebagian orang novel berhalaman tebal cepat membuat mereka bosan dan mungkin malas untuk membacanya, tetapi tidak untuk novel ini.Takudar, Arghun, dan Buzun adalah tiga putra Tuqluq Timur Khan, penguasa kekaisaran Mongolia, keturunan Jengiz Khan Semasa hidupnya Tuqluq Timur Khan berjanji kepada Syaikh Jamaluddin bahwa ia akan menjadi seorang Muslim usai menyatukan Mongolia


  6. Truly Truly says:

    Buku ini termasuk buku yang membutuhkan lama untuk dibeli.Nyaris 2 tahun Pertama kali lihat dan membaca sinopsinya sudah terlarik Lihat harga ternyata STD Namun lihat cetakannya langsung ngacir dengan teratur Niat mau ngintip rak buku teman2 kok kelewatan terusDi IBF, buku ini dipasangi tulisan diskon 40 % dengan manis, sepertinya sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak jadi membelinya Dengan me


  7. Herdi Rap Herdi Rap says:

    Aku hanya Seorang lelaki biasa yang tidak sebijak Abubakar, tidak sekuat Umar, tidak sekaya Utsman, tidak secerdas Ali Hanya pemuda dhaif yang meyongsong kebangkitan hal 459berlatar belakang kekaisaran Mongol masa pemerintahan Tuqluq timur khan yang merupakan keturunan ketiga dari Jengiz khan.Masa dimana mulai masuk dan diterima pengaruh Islam di kekaisaran Mongol.Tuqluq timur khan yg bersikap meneri


  8. Nenangs Nenangs says:

    2 3 bagian awal buku ini rasanya berjalan terlalu lambat Mungkin bahkan 3 4 bagian Ada sih bagian2 menarik terselip disana sini, misalnya waktu Almamuchi mendapatkan kitab rahasia sejarah, atau bagian pertemuan perpisahan Almamuchi dengan ibunya.Mungkin setelah bagian pertemuan Buzun dengan Rasyiduddin dan seterusnya, barulah buku ini benar2 menarik perhatian saya.Entah kenapa, mungkin karena saya berharap


  9. Fauziyyah Arimi Fauziyyah Arimi says:

    saya pribadi sangat menikmati membaca buku ini,mulai benar benar menikmati buku ini lewat dari halaman dua puluh an..detil detil yang tersaji terkait latar zaman mongol berjaya sangat terasa.apik sekali penyajian dara sejarahnya.romantisnya pun dapet banget..ampe dibikin nangis..apalagi sama ukhuwah antara Takudhar dan Salimmembuat saya mengingati ukhuwah yang kental antara Anshar dan Muhajirin.top banget lah.suk


  10. Ming Wei Ming Wei says:

    I found this book engaging from start to finshed, cannot think of one negative to say about it, without getting any plot spoliers, it really is well written, very interesting, really enjoyed it I was impressed by the book cover, the story is easy reading and flows at a nice pace throughout No editorial errors, an excellent book from start to finsh.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe US Now